Yang bilang Gubernur BI langsung bro, Pak Agus Martowardojo… nah lho! Tuh baca aja berita di detik finance kemarin tanggal 23 Mei. Kata beliau keuntungan bank sangat bueesar, ini datanya keuntungan dalam 4 bulan saja di awal 2018:

B*RI : 7,42 Trilyun! atau Rp. 7.420.000.000.000

M*andiri: 5,9 Trilyun! atau Rp. 5.900.000.000.000

B*TN: 684 Milyar.. atau Rp. 684.000.000.000

B*CA: 5,51 Trilyun! atau Rp. 5.510.000.000.000

B*NI: 3,66 Trilyun! atau Rp. 3.660.000.000.000

Semua bank keuntungan naik kwartal ini!

Dalam liputan detikcom itu pak Agus Martowardojo juga menyampaikan bahwa Indonesia adalah salah satu negera dengan tingkat keuntungan bunga tertinggi di DUNIA! Makanya bank-bank luar negeri berbondong-bondong masuk ke Indonesia karena investasi disini begitu indah..

Wiss baca sendiri lengkapnya di bawah!

Kamu yang utangnya belum lunas di bank tentu tak usah heroik dan dramatis di depan kantor bank sambil nangis nggulung-nggulung… “kalian untung besaarrr, saya yang kerja siang malam! Kalian untung kebanyakan, saya yang banting tulang remuk redam!”

Nanti malah kamu di video orang lho masuk akun “lambe njedir” opo gak malu? Hayoo..
Judulnya begini: “seorang nasabah kelojotan di depan kantor bank nangis-nangis mewek abis! minta utang dilunaskan dengan barter nyikat halaman bank pakai sikat gigi selama setahun! Begitu sadisss, dramatisss, dan bikin meringisss”

Duuuuhh!! Duerrr!!

Akad sudah terjadi, udah sepakat kan dulu kena bunga segitu? Maka selesaikan dengan terhormat.. pantang pulang dengan ngemplang utang! Gak usah kabur sampai ganti nama bikin KTP baru, atau bikin surat kematian palsu biar gak diburu!

Yang penting janji saja ini adalah utang terakhir dalam hidupmu, gak mau buka akad utangan lagi.. syukur-syukur dapat keringanan bunga dan dendanya, banyakin doa agar dimudahkan prosesnya..

_______________________________

“Sistem kapitalis itu begitu ya mas?”

Jawab:
Bener sih yang dikatakan Ustadz Dwi Condro Ph.D dalam kajian kemarin yang saya ikuti, sistem kapitalis dari kata ‘kapital’, sangat menguntungkan pemilik modal. Pokoknya yang punya modal dan saham harussss untung sebanyak-banyaknya dan sebesar-besarnya. Tidak peduli kamu sebagai nasabah sampai mencret bayar cicilannya, tidak peduli karyawan bank diperas kerja bagai kudaa’ (pakai qolqolah) dari jam 7 pagi sampai 8 malam dengan target tinggi yang bikin deg-degan! Pokoknya harus tercapai target demi keuntungan sebesarrr-besarnya…

Saya kalau lihat instagram @xbank.indonesia suka bergidik, melihat ribuan karyawan bank resign beralih profesi, berarti kegelisahan dengan sistem ini bukan hanya dari kita sebagai sisi nasabah, tapi juga dari sisi kawan-kawan yang kerja di dalam yaa..

_______________________________

“Terus kalau masih ada yang ngeyel bunga bank bukan riba gimana mas? Dia masih hobi nambah utang untuk usahanya..”

Jawab:
Satu, doakan.. hidayah itu hak ALLAH, bukan dari dirimu.. gak bisa dipaksa! Semoga suatu saat nanti tersadarkan dengan nasehat Nabi, kalau utang membuat kehinaan di siang hari dan kegelisahan di malam hari, dan riba adalah salah satu dosa yang menghancurkan kehidupan..

Dua, Kalau masih ngeyel dan ngajak debat apalagi debat di sosmed yang bikin kesel hati, mending kamu kirimkan alamat kantor MUI, agar dia datang kesana dan minta para ulama disana merevisi Fatwa No.1 tahun 2004 yang MUI keluarkan, tentang haramnya bunga dalam praktek bank, koperasi, leasing, asuransi, pasar modal dan rentenir. Kalau mau debat ya dengan para ulama ahlinya langsung disana, kita yang bukan ulama kan bisanya ngikut saja, dilayani debat ya cuman capek di hati.. mending rajin gosok gigi, terus mandi lalu berangkat nyari rejeki..

_______________________________

“Terus harapan kita kepada bank yang syar’i gimana ya mas?”

Jawab:
Semua bisa mungkin jika pemegang kekuasaan merubah sistemnya. Kayak dulu wanita di TNI dan Polri gak boleh berjilbab, setelah pemegang kekuasaan membolehkan dan bikin peraturan maka sekarang mbak-mbak disana sudah banyak yang berjilbab kan..

Semoga besok sih entah kapan, bank hadir sebagai mitra investor, ngasih modal tapi tidak berbasis bunga, denda dan sita. Tapi bener-bener mitra kerja dengan bagi hasil untung dan resiko rugi..

Misal gini, kamu butuh modal 100 juta, kamu dapat mitra bank sebagai investor. Terima uangnya juga 100 juta tanpa kepotong embel-embel biaya administrasi dan provisi. Bayar notaris dan materei kamu bayar sendiri..

Di akad itu kedua pihak sepakat, dari keuntungan tiap bulan kamu berhak mendapatkan 60% nya dan bank berhak 40% nya. Jadi pembagiannya naik turun berdasarkan keuntungan bulan itu, kalau pas rugi ya gak ada uang yang dibagi. Adil kan..

_______________________________

“Terus ngontrolnya gimana mas supaya gak ada nasabah yang nipu nilai keuntungan?”

Jawab:
Selektif sejak awal harus dilakukan, bank melakukan wawancara khusus dengan mereka, bahkan dipantau bisnisnya, kondisi keluarganya, bagaimana ibadahnya.. detail nih! Justru dari yang ketat ini akan terpilih mitra-mitra bisnis yang berkualitas.

Naah.. terus pihak bank bisa melakukan ini:

Satu, bikin aplikasi online di HP yang mudah digunakan kayak model punya gojek, traveloka atau tokopedia.. tentang laporan keuangan standar akuntansi yang bisa diinput kapan saja, dipantau online dimana saja oleh pihak pemilik bisnis dan bank. Dilakukan training pelatihannya sampai bisa..

Dua, pihak bank membuat team pendampingan lapangan, beda dengan team marketing yang cari nasabah baru. Tim pendampingan misal 1 orang menghandle 26 UKM, jadi selama sebulan senin-sabtu dia wajib keliling ke semua mitra bisnis bank, membimbing dan mengawasi proses bisnisnya. Petugasnya juga sudah dilatih ilmu marketing, stock barang dan promosi. Kalau punya 1000 mitra di satu kota maka bank punya 38 orang yang fokus di lapangan, pantang nongkrong di kantor ongkang-ongkang ngadem! Tugasnya mendampingi bisnis mitra-mitranya..

Kan syahdu seharian dia di toko, ngobrol bareng tentang bisnis dengan pemiliknya, makan bareng bahkan sholat bareng.. beda kalau yang datang debt collector penagih utang, bikin senep hati dan kepala snuttt snuttt!
Syukur-syukur lagi yang punya toko anak gadis-nya waktunya menikah, petugas banknya juga masih jomblo.. naik level deh, dari mitra jadi mertua….
Eeaaa! Eeeaaa!!

_______________________________

“Terus kapan bank balik modalnya mas?”

Jawab:
Bisa disepakati perjanjian kerjasama itu selama 5 tahun misal. Keuntunganmu yang 60% jangan dihabiskan buat foya-foya hoho! Tabung! Harus disiplin keuangan, tunda kesenangan..
setelah 5 tahun modal 100 juta kamu kembalikan ke bank.
Bank sudah untung dari bagi hasil 40% tiap bulan yang terpantau online. Modal kembali putar lagi untuk mitra lainnya.

Dirimu? Untung dimodali, untung didampingi, dan setelah 5 tahun saham 100% menjadi milikmu. Kalau untung 10 juta ya semua untukmu, gak ada lagi 60:40 yang dibagi.. atau malah petugas bank-nya kamu nikahi..
eeaaa.. eeaaa!! (lagiii…)

Insya ALLAH sistem ini yang mendekati syar’i deh.. siap untung siap rugi, atau jika belum jelas bisa baca buku Baru Ustadz Ammi Nur Baits “Permodalan Dalam Islam” ada di JOGIST bookstore ⇨ 081804100900

Saya juga belum selesai bacanya.. hehe

_______________________________

“Duit bank yang ngumpul buanyak dari masyarakat dilarikan kemana ya kalau sistem kerjasama permodalan diperketat?”

Jawab:
Investasikan maksimal ke sektor-sektor besar yang dikelola pemerintah langsung. Bangun bandara, bangun pelabuhan, jalan tol, atau apapun.. porsinya diperbesar biar pemerintah gak cari utangan keluar. Tiap tahun bank mendapatkan deviden dari proyek-proyek itu. Duit berputar di sektor real, bukan malah berputar di produk utangan dengan bunga berbunga..

_______________________________

“Mmmm… gitu ya mas, terus gimana sikap kita pada bank?”

Jawab:
Ya selama belum berubah peraturan maka selesaikan semua utangmu dan jangan ngutang lagi… bisnis dengan sabar, kumpulkan modal dari keuntungan. Gak usah buru-buru pengen besar dengan suntikan utang besar juga.. nikmati sadja perjalanannya dengan terus ikhtiar dan berdoa..
bank tak lebih seperti kantor pos, hanya tempat kirim uang, atau beli pulsa dan token listrik.. gunakan produknya yang berbasis jasa, bukan yang ada ribanya.

Saya kenal banyak orang yang bisnisnya tumbuh tanpa utang, dengan syirkah kerjasama ternyata bisa.. tiap bulan tenang gak mikir bayar cicilan. Fokus ngurus produk, marketing dan pelayanan.

Masya ALLAH tenan!

_______________________________

Tulisan panjang ini saya selesaikan.. jika ada kekurangan akan direvisi kedepan, sambil membuka WA sebuah kiriman, surat wasiat seorang suami yang memilih gantung diri karena utang, padahal usianya masih muda, anaknya yang masih kecil, memilih mati karena pusing gak bisa bayar cicilannya..

Dalam dunia yang makin amburadul,
Semoga kita semua terselamatkan..
Mari gandengan dan saling mendoakan..

Salam,

@Saptuari

https://finance.detik.com/moneter/d-4033990/bi-sebut-keuntungan-bank-dari-bunga-kegedean-ini-datanya

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *