Hati-hati dengan omongan yang dilebihkan berdasarkan asumsi pribadi

1. Sehabis pulang dari sawah, kerbau rebahan di kandang dengan wajah capek dan nafas yang berat. Datanglah anjing. Kerbau lalu berucap :
“Ahh teman lama, aku sungguh capek dan besok mau istirahat sehari”.

2. Anjing pergi dan jumpa kucing di sudut tembok, dan berkata :
“Tadi saya jumpa kerbau, dia besok mau istirahat dulu.
Pantaslah, sebab boss kasih kerjaan terlalu berat sih”.

3. Kucing lalu cerita ke kambing dan berkata :
“Kerbau komplain boss kasih kerja terlalu banyak & berat. Besok gak mau kerja lagi”.

4. Kambing jumpa ayam dan berucap :
“Kerbau gak suka kerja untuk boss lagi, sebab mungkin ada boss lain yang lebih baik”.

5. Ayam jumpa monyet dan berkata : “Kerbau gak akan kerja untuk bossnya dan ingin cari kerja di tempat yang lain”.

6. Saat makan malam monyet jumpa boss dan berkata :
“Boss, si kerbau akhir-akhir ini sudah berubah sifatnya dan mau meninggalkan boss untuk kerja dengan boss lain.”

7. Mendengar ucapan monyet, boss marah besar dan membunuh si kerbau karena dinilai telah mengkhianatinya.

🍂 *Ucapan asli kerbau hanya:*
*”SAYA SUNGGUH CAPEK, DAN BESOK MAU ISTIRAHAT SEHARI.”*

💥Lewat sambung menyambung cerita dan asumsi beberapa teman akhirnya ucapan ini sampai ke boss dan pernyataan kerbau telah *berubah menjadi:*
*”Si Kerbau akhir-akhir ini telah berubah sifatnya dan mau meninggalkan boss untuk kerja dgn boss lain.”*

🌾 *Sangat baik untuk disimak:*

• Ada kalanya suatu ucapan harus berhenti (stop) sampai telinga kita saja. Tidak perlu diteruskan ke orang lain.

• Jangan percaya begitu saja apa yang dikatakan orang lain, meskipun itu orang terdekat kita. Kita perlu check & re-check kebenarannya sebelum bertindak.

• Kebiasaan melanjutkan perkataan orang lain dengan kecenderungan menambahi, mengurangi, bahkan menggantinya berdasarkan PERSEPSI SENDIRI bisa berakibat fatal.

• Bila ragu-ragu akan ucapan seseorang yang disampaikan via orang lain, sebaiknya kita langsung bertanya pada yang bersangkutan.

🌟 Bila ingin menyampaikan sesuatu kepada orang lain, baik juga memakai 3 kriteria yang harus dipenuhi :
– Apakah benar?
– Apakah baik?
– Apakah berguna?

Bila semua jawabannya *”YA”*, maka sampaikanlah. Namun bila salah satu kriteria tidak terpenuhi maka tahan bicara. Cukup berita itu sampai pada kita dan jangan disampaikan lagi pada yang lain.
Mudah-mudahan ini menjadikan kita lebih memahami akan pentingnya kebenaran sebuah berita serta membuat kita lebih berhati2 lagi dlm menyampaikan informasi.

*_Jaga hati, jaga lisan_* ❤

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *