7Pold Metro Jaya Tangkap Sembilan Orang WNA Pelaku Kasus Skimming

Puluhan kartu berbagai macam bank yang menjadi barang bukti kasus pemalsuan, pencurian data elektronik, dan tindak pidana pencucian uang ditampilkan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/12). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Pembobolan kartu ATM dengan metode skimming bukanlah hal baru. Menurut penjelasan yang dipaparkan laman How Stuff Works, card skimming adalah aktivitas menggandakan informasi yang terdapat dalam pita magnetik (magnetic stripe) yang terdapat pada kartu kredit maupun ATM/debit secara ilegal.

Ini artinya, dapat disimpulkan bahwa skimming adalah aktivitas yang berkaitan dengan upaya pelaku untuk mencuri data dari pita magnetik kartu ATM/debit secara ilegal untuk memiliki kendali atas rekening korban.

Laman Bank Tech yang dikutip Liputan6.comjuga menerangkan, teknik pembobolan kartu ATM nasabah melalui teknik skimming pertama kali teridentifikasi pada 2009 di ATM Citibank, Woodland Hills, California, Amerika Serikat.

Saat itu diketahui jika teknik skimming dilakukan dengan cara mengggunakan alat yang ditempelkan pada slot mesin ATM (tempat memasukkan kartu ATM) dengan alat yang dikenal dengan nama skimmer. Modus operasinya adalah mengkloning data darimagnetic stripe yang terdapat pada kartu ATM milik nasabah.

Sebagai informasi, magnetic stripe adalah garis lebar hitam yang berada dibagian belakang kartu ATM. Fungsinya kurang lebih seperti gulungan kaset, material Ferromagnetic yang dapat dipakai untuk menyimpan data (suara, gambar, atau bit biner).

Secara teknis, cara kerjanya mirip CD writer pada komputer yang mampu membaca CD berisi data, kemudian menyalinnya ke CD lain yang masih kosong. Dan isinya dapat dipastikan akan sama persis dengan CD aslinya.

Skimmer bukan satu-satunya alat yang digunakan oleh para pelaku skimming. Para pelaku biasanya juga memanfaatkan kamera pengintai (spy cam) untuk mengetahui gerakan jari nasabah saat memasukkan PIN kartu ATM. Namun kamera pengintai sudah jarang digunakan seiring dengan semakin canggihnya alat skimmer yang digunakan para pelaku.

Laman How Stuff Works melaporkan jika kini telah beredar pula jenis skimmer yang dilengkapi dengan kemampuan membaca kode PIN kartu ATM. Dan hebatnya lagi, skimmer jenis ini juga bisa langsung mengirimkan data-data yang didapat via SMS pada pelaku.

Alat skimmer diketahui dapat dibeli pasar-pasar gelap yang hanya diketahui oleh kalangan terbatas dengan banderol mulai dari US$ 500. Malah tak sedikit pula para pelaku yang sudah ahli dapat memproduksinya sendiri dengan mudah.

Tahapan cara kerja pelaku skimming bisa diuraikan sebagai berikut:

1. Pelaku mencari target mesin ATM yang ingin dipasangai skimmer. Kriteria yang dicari adalah mesin ATM yang tidak ada penjagaan kemanan, sepi dan tidak ada pengawasan kamera CCTV.

2. Pelaku memulai aksi pencurian data nasabah dengan memasang alat skimmer pada mulut mesin ATM.

3. Melalui alat skimmer para pelaku menduplikasi data magnetic stripe pada kartu ATM lalu mengkloningnya ke dalam kartu ATM kosong. Proses ini bisa dilakukan dengan cara manual, di mana pelaku kembali ke ATM dan mengambil chip data yang sudah disiapkan sebelumnya.

Atau bila pelaku sudah menggunakan alat skimmer yang lebih canggih, data-data yang telah dikumpulkan dapat diakses dari mana pun.

Untungnya, polisi cepat bertindak dan mencokok sejumlah pelaku di tempat berbeda. Namun, polisi menduga masih banyak anggota dari komplotan ini yang masih berkeliaran.

Karena itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengimbau masyarakat berhati-hati ketika bertransaksi di ATM. Hal yang harus diperhatikan agar terhindar dari kejahatan ini antara lain:

1. PIN ATM

Ketika akan menggunakan ATM, nasabah harus memasukkan nomor PIN. Nomor PIN adalah rahasia dan tidak untuk diberitahukan ke orang lain. Oleh karena itu, saat memencet tombol tutupi jari Anda.

2. Mesin ATM

Jika tidak bisa mulus saat memasukkan ATM atau menemukan alat yang tidak biasa, segera lapor ke polisi atau kepada petugas bank terdekat.

3. Lingkungan Sekitar ATM

Lebih memperhatikan lingkungan sekitar tempat lokasi ATM. Hindari ATM yang berada di tempat sepi dan tidak ada petugas keamanan yang berjaga.

4. Pengunjung ATM

Beri tahu petugas keamanan apabila melihat orang yang masuk dengan waktu sangat lama. Mungkin bisa dilihat, diingatkan atau mencari satpam, supaya satpamnya yang memberi tahu atau menegur.

“Kalau tidak ngambil uang cash, tidak sampai 5 menit kira-kira, parameternya itu. Kalau orang lebih dari 2-3 menit dari ATM perlu didatangi,” tegas Nico Afinta.

Jadi, selagi nasabah berhati-hati dan bersikap waspada saat bertransaksi di mesin ATM, kemungkinan menjadi korban aksi skimming bisa dihindari.

Sumber : http://m.liputan6.com/news/read/3388668/headline-sindikat-skimming-internasional-incar-indonesia-ada-titik-lemah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *