Menjelang akhir tahun kalender, Satuan Pengawasan Internal akan menyusun Program Pemeriksaan Tahunan untuk tahun depan, Program Kerja Ini disusun dengan pertimbangan asumsi-asumsi yang mendasar dan umum digunakan , misalnya : jumlah SDM tahun depan , Luasan / cakupan pemeriksaan auditee dan muaranya tentu biaya audit di tahun depan.

Kesulitan dalam organisasi Internal Audit adalah menentukan jumlah auditor yang akan ditetapkan untuk bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas karena mutasi di lingkungan  SPI (internal audit) diluar kendali Ka. SPI sehingga beberapa hal yang perlu dipertimbangkan manajemen dalam menentukan tenaga SPI antara lain:

 

 

  • Berapa luas area (scope of work) yang akan diaudit.
  • Berapa jauh jangkauan pekerjaan audit akan dilakukan untuk suatu area tertentu.
  • Frekuensi pekerjaan audit yang diinginkan.
  • Kebutuhan staf yang selalu siap untuk tugas-tugas khusus

Pentingnya SDM di Internal Audit ini tidak lepas dari peran SPI dalam perusahaan tersebut , apakah cukup menjadi ” penjaga”, atau akan mulai beralih ke fungsi partner/ konsultan atau justru menjadi tempat bagi SDM yang di “SPI kan”.

 

Penempatan fungsi SPI oleh pimpinan perusahaan sebenarnya secara tidak langsung menunjukan pengendalian internal yang ada di perusahaan itu, apakah menjadi etalase atau mau diperankan secara maksimal.  SPI yang kuat bukan menghambat operasional namun justru sebagai partner sinergi dengan unit lainnya (operasional) dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian internal unitnya.

 

Beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan manajemen dalam menambah amunisi  di SPI antara lain:

 

  1. Kualifikasi Staf Audit

Masalah utama dan yang sangat penting adalah menentukan kualitas staf sejak awal berdasarkan bakat dan pengetahuan tentang dunia usaha (business sensekarena  bakat ini akan bisa membedakan antara hal penting dan yang sepele. beberapa soft skill yang harus dimiliki al :

  • Pengetahuan accounting dan finance.
  • Kemampuan berpikir secara logis.
  • Kemampuan untuk mengemukakan pendapat, baik lisan maupun tulisan.
  • Objektif dan berpikir wajar (fairness).
  • Sifat yang jujur dan berani.
  • Pemahaman mengenai bisnis perusahaan.

 

  1. Penerimaan Staf
  • Staf audit harus memiliki keseimbangan atas tingkat pendidikan, pengalaman dan bakat.
  • Besarnya operasional perusahaan memungkinkan perusahaan untuk mencari staf dari ruang lingkup perusahaan sendiri dengan pertimbangan telah memiliki pengetahuan yang cukup atas operasional internal perusahaan.
  • Biasanya, staf yang direkrut memiliki latar belakang pendidikan bersangkutan menunjukkan minat dan bakat tersebut diharapkan mempunyai kemampuan untuk melakukan operasional audit

  1. Kesempatan untuk Berkembang

Auditor yang memiliki jam terbang tinggi dan kemampuan yang mumpuni untuk level senior perlu mendapatkan perhatian atau kesempatan untuk menduduki jabatan tertentu (Promosi).

bersambung >>>

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *